Politik Uang Indonesia Tiga Besar di Dunia

Cindy    •    Jumat, 08 Feb 2019 14:03 WIB
politik uangpilpres 2019
Politik Uang Indonesia Tiga Besar di Dunia
Pemilu. Ilustrasi: Medcom.id.

Jakarta: Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan Indonesia menjadi negara dengan politik uang terbesar ketiga di dunia. Indonesia hanya lebih baik dari Uganda dan Benin. 

"Politik uang kita malah lebih dari dua kali lipat dari rata-rata dunia. Ini terus terang cukup memprihatinkan," kata Burhanuddin di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Jumat, 8 Februari 2019. 

Menurut dia, rata-rata politik uang di dunia menjangkit 12,27 persen pemilih. Sementara itu, rata-rata Indonesia mencapai 33 persen pemilih.

Politik uang Indonesia membengkak diduga akibat persaingan antarcalon legislator (caleg) di dalam partai, di dalam daerah pemilihan (dapil) provinsi, kabupaten, kota, dan lainnya. Pengeluaran kampanye individual yang terindikasi politik uang tak terhindarkan.

"Saat ini ada sekitar 300 ribuan caleg yang bertarung merebut kursi. Dapil dan kursi bertambah, tapi fokus media hanya pada pilpres sehingga politik uang di pertarungan jauh di bawah ini tidak termonitor," tutur Burhanuddin. 

Baca: Caleg Disebut Anak Tiri Pemilu Serentak 2019

Dia menjelaskan pada survei Desember 2013, pihaknya menemukan 3 persen pemilih terpapar politik uang. Sementara iru, di Desember 2018, angka ini naik menjadi 5 persen. Politik uang pun diprediksi akan semakin naik apabila pemilu semakin dekat. 

"Jika media bisa ikut memonitor langsung caleg hingga ke dapil, kita bisa meminimalisasi politik uang jelang pemilu 2019 nanti," harap dia. 

Media, kata dia, bisa turut membantu dengan memperkenalkan caleg di dapil hingga calon presiden dan wakil presiden. Dengan begitu, masyarakat pun bisa mengenal visi misi caleg juga membantu meminimalisasi politik uang di dapil.


(OGI)