TKN Nilai Seruan Rizieq Tak Berlaku

Whisnu Mardiansyah    •    Senin, 03 Dec 2018 19:27 WIB
pilpres 2019Jokowi-Ma`ruf
TKN Nilai Seruan Rizieq Tak Berlaku
Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. ANT/Puspa Perwitasari.

Jakarta: Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo Ma'ruf Amien meminta publik mengabaikan ajakan Rizieq Shihab untuk tidak memilih calon presiden yang didukung penista agama. Wakil Bendara TKN Jazilul Fawaid yakin seruan itu tak memengaruhi elektabilitas Jokowi-Ma'ruf.

"Tentu itu tak berlaku untuk kami. Kami kan punya calon yang lain ya. Kami tetap bersama Kiai Ma'ruf, Dia (Rizieq) menyerukan tapi saya enggak ikut seruannya," tegas Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 3 Desember 2018.

Jazilul menyarankan Rizieq fokus terhadap masalah hukumnya. Hal itu lebih berguna ketimbang meneriakkan ajakan yang menodai semangat acara reuni 212 dengan unsur politis.

"Urus dirinya saja belum selesai kok, biar diurus dulu masalah hukumnya beliau, baru menyeru-nyerukan," jelas Jazilul. 

Jazilul yakin masyarakat sudah cerdas menilai kinerja pemerintahan Joko Widodo. Masyarakat tak akan terpengaruh dengan isu penistaan agama. Apalagi, kasus penistaan agama menjerat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama itu telah berkedudukan hukum tetap.

"(Masyarakat) enggak akan terpengaruh," tutupnya.

Sebelumnya, pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dalam pidatonya melalui sambungan telepon di acara Reuni 212 untuk memilih Presiden yang berasal dari Ijtima Ulama. 

"Saya mengajak semua yang ada di sini untuk berubah, dan perubahan yang paling dekat adalah 2019 ganti presiden," kata Rizieq, Minggu, 2 Desember 2018. 

Ia pun menegaskan peserta Reuni 212 harus memilih presiden hasil Ijtima. "Bukan presiden yang diusung partai penista agama," kata Rizieq. 


(DRI)