Prabowo Dinilai Ingin Menang Sendiri

Akmal Fauzi    •    Jumat, 09 Nov 2018 10:06 WIB
pilpres 2019Prabowo-Sandi
Prabowo Dinilai Ingin Menang Sendiri
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Foto: MI/Susanto.

Jakarta: Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, dinilai hanya memikirkan pencalonannya sebagai presiden dan Partai Gerindra di Pemilu 2019. Hal itu terlihat dari pengakuan Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra yang menyebut tak adanya respons dari Prabowo atas draf kesepakatan koalisi.
 
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, membaca dua hal. Pertama, ada kekecewaan dari Yusril selaku Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) terhadap sikap abai Prabowo atas draf kesepakatan, yang diistilahkan Yusril sebagai draf aliansi.
 
Kedua, Yusril melihat ini sama saja Prabowo tidak bertanggung jawab terhadap partai koalisinya. Prabowo ingin hanya partainya yang leading, terbukti sekarang Gerindra memimpin.
 
Arya juga menilai situasi itu menunjukkan koalisi oposisi sejatinya tak solid. Terlebih, sejumlah partai di kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperbolehkan kader dan caleg beda pilihan dukungan Pilpres.
 
"Demokrat begitu, PAN, PKS kabarnya begitu. Akhirnya koalisi di sana menyelamatkan diri masing-masing," kata Arya dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 9 November 2018.
 
Sebelumnya, Yusril menyebut Prabowo mengabaikan draf aliansi yang pernah diusulkannya. Draf itu berisi kesepakatan partai-partai pengusung Prabowo-Sandi.

 

Sebagai calon presiden dan pemimpin koalisi, Prabowo disarankan mengundang ketua-ketua partai dan mendiskusikan format koalisi. Dengan demikian, mereka menemukan format koalisi yang disepakati semua partai.

Baca: Andi Arief Sebut Prabowo Jenderal Kardus
 
Menurutnya, jika partai koalisi hanya diajak mendukung Prabowo-Sandi tanpa format yang jelas, yang diuntungkan hanya Partai Gerindra. Itu disebabkan di waktu yang sama para caleg akan bertempur antarmereka untuk memperoleh kemenangan.
 
"Nanti Prabowo-Sandi menang pilpres, tetapi dalam pileg yang sangat diuntungkan hanya Gerindra. Sementara partai anggota koalisi yang lain babak belur," jelas Yusril.
 
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani tak berharap banyak dukungan dari PBB. Yusril tak perlu lagi membeberkan alasan partainya urung mendukung pasangan Prabowo-Sandi.
 
"Sekali lagi persoalan ini sudah selesai ketika Yusril sudah memutuskan ke sana (Jokowi-Amin). Tidak perlu ada lagi yang perlu dijelaskan panjang lebar," kata Muzani.
 
Gerindra menghormati keputusan Yusril bergabung dengan kubu Jokowi. Menurut Muzani, Yusril tak perlu mencari-cari alasan PBB enggan mendukung pasangan Prabowo-Sandi dengan menyebut ada draf aliansi yang tak direspons Prabowo. Muzani menegaskan koalisinya tak pernah menerima draf aliansi yang disodorkan Yusril.
 
"Kami tidak bisa menawarkan banyak kecuali bagaimana kita sama-sama berjuang karena sumber daya yang kami miliki juga tidak banyak, terbatas," jelas Muzani.




(FZN)