Bara Hasibuan Didesak Mundur dari PAN

Whisnu Mardiansyah    •    Senin, 07 Jan 2019 16:44 WIB
partai amanat nasionalpemilu serentak 2019
Bara Hasibuan Didesak Mundur dari PAN
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan. Foto: MI/Panca Syurkani

Jakarta: Sejumah kader Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak Wakil Ketua Umum Bara Hasibuan mundur sebagai kader. Desakan itu muncul akibat sikap Bara yang dinilai tak sejalan dengan kebijakan DPP PAN di Pilpres 2019.

Ketua DPP PAN Yandri Susanto membenarkan ada desakan meminta Bara mundur. Desakan mundur itu diutarakan beberapa kader dari DPW PAN di berbagai daerah.

"Bukan di internal secara resmi ya. Tapi memang ada beberapa kader, lintas daerahlah. Bukan khusus DPP, bukan provinsi tertentu. Tapi beberapa teman dari lintas daerah mengusulkan Bang Bara itu diminta keterangan, dipanggil sebenarnya bagaimana sikapnya di Pilpres 2019," kata Yandri di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 7 Januari 2018.

Baca juga: PAN Bantah Pecah

Yandri membantah desakan mundur diusulkan petinggi teras partai. Hingga saat ini DPP PAN belum menerima salinan resmi surat desakan mundur putra dari salah satu pendiri PAN Albert Hasibuan.

"Sampai sekarang juga belum ada surat resmi dari DPW mana atau DPD mana. Belum ada. Tapi itu diskusi memang menghangat," ujar Yandri.

Yandri menegaskan kader wajib patuh terhadap keputusan DPP PAN yang mendukung pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Kader yang tak sepakat harus siap menerima konsekuensi sanksi dari partai.

"Kalau kita pantau selama ini kan terus terang Bang Bara sikapnya bertolak dengan DPP kan belum. Tapi komentar-komentarnya terkadang memang agak berbeda dengan yang lain," jelasnya.

Baca juga: PAN Sumsel Mengalihkan Dukungan ke Jokowi-Ma'ruf

Desakan mundur itu pertama kali muncul di grup media sosial Whatsapp lintas kader PAN. Sebelum mundur, Mahkamah Kehormatan PAN diminta memanggil dan mengklarifikasi yang bersangkutan.

"Minta Bang Bara kalau minta sudah tidak sejalan ya kalau gentleman mundur atau dimundurkan," pungkasnya.


(MBM)