BPN Diminta Bedakan Kampanye Hitam dengan Kampanye Negatif

Ilham Pratama Putra    •    Rabu, 30 Jan 2019 07:12 WIB
kampanye hitamujaran kebencian
BPN Diminta Bedakan Kampanye Hitam dengan Kampanye Negatif
Tabloid Indonesia Barokah yang diamankan dari sebuah masjid di Kota Tangerang, Banten. (Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal)

Jakarta: Direktur Komunikasi Politik Tim Koalisi Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Usman Kasong, mengatakan tabloid Indonesia Barokah bukanlah bentuk kampanye hitam. Dia meminta Badan Pemenangan Nasional (BPN) bisa membedakan kampanye hitam dengan kampanye negatif.

"BPN ingin menyamakan Indonesia Barokah dengan Obor Rakyat. Ini berbeda sama sekali dalam konten. Kalau Obor Rakyat itu black campaign. Itu jelas kabar bohong. Jelas pengasuhnya dipidana," kata Usman dalam acara Prime Time News Metro TV, Selasa 29 Januari 2019.

Dia mengatakan, Indonesia Barokah adalah bentuk kampante negatif. Usman menuturkan, dalam kampanye negatif bentuknya memang menyerang namun berdasarkan fakta. Sementara kampanye hitam benar-benar berita bohong.

"Negatif itu dalam konteks ini, misal Prabowo terlibat permasalahan HAM dimasa lalu. Itu berdasarkan fakta, ini tidak melanggar UU," ujar Usman.

Meskipun begitu, Usman mengatakan TKN tidak merekomendasikan tabloid Indonesia Barokah. Bahkan Usman mendukung langkah BPN melaporkan kasus ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Polisi.

"Tidak ada kampanye hitam di dalamnya. Jadi kenapa BPN merasa disudutkan? Tapi kami mendukung pelaporan BPN ke Bawaslu, ke Polisi," jelas Usman.


(LDS)