PAN Minta Bara Hasibuan Tak Perlu Pikirkan Pilpres

Whisnu Mardiansyah    •    Rabu, 09 Jan 2019 08:49 WIB
partai amanat nasionalpemilu serentak 2019
PAN Minta Bara Hasibuan Tak Perlu Pikirkan Pilpres
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan. Foto: MI/Panca Syurkani.

Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan didesak mundur sebagai kader partai. Hal itu terkait keberpihakannya ke pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. 

Ketua DPP PAN Yahdi Abdi Harahap mengatakan sikap Bara mendukung kader partai mendukung Jokowi-Ma'ruf tak bisa dibenarkan. Seluruh kader wajib mematuhi garis kebijakan partai sesuai hasil rapat kerja nasional (Rakernas) untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Bara tak bisa menjadikan dalih basis suara Jokowi dijadikan alasan untuk mendukungnya. Bara cukup fokus memenangkan suara partai di pemilihan legislatif (pileg) tanpa perlu mengemukakan keberpihakannya ke Jokowi. 

"DPP itu kalau Anda tidak sanggup mensosialisasikan capres Anda cukup sosialisasi diri Anda sendiri. Tapi bukan berarti Anda boleh lari dari rel atau putusan partai. Tidak boleh kader PAN dukung atau sosialisasi capres lain itu jelas," tegas Yahdi di media center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Selasa, 8 Januari 2019.

Baca juga: Bara Diduga Didesak Mundur karena Bela Pendukung Jokowi

Kata Yahdi, pemecatan tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat. PAN tak ingin konsentrasi dan soliditas partai terbelah di tengah sisa waktu menuju pileg. Yahdi menambahkan, sikap Bara ini tidak saja merugikan partai tetapi juga bagi suara Bara sendiri sebagai caleg PAN.

"Rugi dong PAN akan terlihat tidak solid. Secara politik enggak dipilih juga kalau Bara mendukung Jokowi, enggak ada yang percaya juga. Dan enggak menguntungkan dia juga sebagai caleg," pungkasnya.




(HUS)