Ma'ruf: Ada yang Ingin Memecah Belah TKN

M Sholahadhin Azhar    •    Senin, 10 Dec 2018 15:01 WIB
Jokowi-Ma`ruf
Ma'ruf: Ada yang Ingin Memecah Belah TKN
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Erick Thohir bersama calon wakil presiden Ma`ruf Amin. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Jakarta: Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyebut ada yang sengaja memecah belah Tim Kampanye Nasional. Khususnya terkait informasi mengenai elektabilitas paslon nomor urut 01 yang masih stagnan.

Ma'ruf menyebut ia diadu dengan Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Erick Thohir. "Ada yang ingin memecah tapi enggak bisa. Kita bukan aduan, kita sudah saling pengertian, sehingga tak mungkin diadu," jelas Ma'ruf di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 10 Desember 2018.

Ia menyebut ada informasi dari Erick yang dipelintir, sehingga ada kesan bahwa Ma'ruf menyebabkan elektabilitas stagnan. Padahal jelas-jelas pernyataan Erick membeberkan bahwa ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu punya keunggulan elektoral jika berkampanye.

Hal ini, kata Ma'ruf, telah diklarifikasi sehingga tak timbul salah paham. Lebih lanjut, ia juga meminta media untuk memverifikasi terlebih dulu pemberitaan.

Jika ada isu miring, mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu meminta wartawan bertanya langsung ke sumber berita. "Agar tidak mudah menerima informasi yang tidak valid dari sumbernya," ujar Ma'ruf.

Baca: Ma'ruf Amin Janjikan Kejutan di Awal 2019

Di kesempatan yang sama, Erick Thohir menyampaikan pesan serupa dengan Ma'ruf. Menurutnya, hubungan antara TKN dan wartawan tak sekedar hubungan antara narasumber dengan media. Sehingga diharapkan kedua elemen bisa bekerja sama dengan baik.

Jangan sampai, kata Erick, pemilihan umum diwarnai dengan berita yang tidak benar. Apalagi menimbulkan perpecahan. Wartawan sebagai pilar demokrasi wajib menjaga hal tersebut.

"Mohon juga teman-teman wartawan menjaga kalau ada berita berita yang tidak benar," beber Erick.


(YDH)