Partai Baru Berpeluang Lolos Parlemen

   •    Jumat, 07 Dec 2018 13:00 WIB
pilpres 2019
Partai Baru Berpeluang Lolos Parlemen
Sekjen Partai Koalisi Pemenangan Jokowi - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Jakarta: Partai politik baru diprediksi akan melenggang ke DPR RI pada Pemilu 2019. Parpol baru dapat meniru gaya NasDem saat Pemilu 2014 yang menjadi satu-satunya partai baru yang lolos ke parlemen.
 
Direktur Eksekutif Indonesia Elections and Strategic (IndEX) Research Vivin Sri Wahyuni mengatakan, parpol baru kerap dipandang sebelah mata. Namun, kenyataannya pada Pileg 2014 Nasdem berhasil lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan merebut kursi di Senayan.
 
Pileg 2019 sejumlah parpol baru bakal beradu keberuntungan. Seperti Perindo, PSI, PBB, PKPI, Garuda dan Partai Berkarya.
 
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan IndEX, elektabilitas Perindo 2,9%, PSI 1,2%, PBB 0,5%, PKPI 0,3%, Garuda 0,2% dan Partai Berkarya         0,1%.
 
“Dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Hanya PSI dan Perindo yang berpeluang menembus ambang batas parlemen 4%,” kata Vivin dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 7 Desember 2018.
 
PSI dan Perindo diuntungkan karena masuk parpol koalisi pengusung Jokowi-Ma`ruf. Popularitas PSI moncer karena keras menyuarakan pemberantasan korupsi seperti bersih-bersih DPR, PSI juga bersikap terkait isu-isu sensitif dan intoleransi seperti Perda Syariah dan Perda Injil.
 
“Meskipun mengundang polemik dan pro-kontra, konsistensi PSI dalam hal penghapusan perda syariah mendulang dukungan publik. Kelompok moderat yang biasanya apatis dengan politik merasa tersuarakan oleh PSI,” kata Vivin.

Baca: Survei: Jokowi-Ma'ruf Unggul 20 Persen

Hal serupa dialami Perindo yang elektabilitasnya mencapai 2,9 persen. “Menguasai media massa dan sudah eksis sejak lama membuat nama Perindo melekat di tengah masyarakat,” kata Vivin.
 
Partai besutan konglomerat media Hary Tanoesoedibjo meniru jejak NaSdem, dengan mula-mula mendirikan organisasi masyarakat (ormas). HT melakukan zigzag politik, dari sebelumnya mendukung Prabowo Subianto pada pemilihan presiden (Pilpres) 2014 kini menyeberang ke kubu Jokowi.
 
Sementara parpol baru dan non-seat lainnya diprediksi gagal mencapai ambang batas. “Berkarya yang masuk koalisi Prabowo-Sandi berada di posisi buncit dengan elektabilitas 0,1 persen”, ujar Vivin.
 
Temuan Survei IndEX Research
 
Dari hasil survei, Jokowi-Ma’ruf unggul pada segmen pemilih perempuan (57,8 persen), milenial (54,1 persen), dan Islam (53,7 persen). Prabowo-Sandi hanya unggul pada segmen pemilih terpelajar (41,5 persen).
 
Jokowi-Ma’ruf juga meraup dukungan di hampir semua pulau, termasuk Jawa (56,7 persen). Satu-satunya pulau yang dimenangkan kubu Prabowo-Sandi hanya Sumatera (43,3 persen), terpaut tipis dari Jokowi-Ma’ruf dengan dukungan 41,6 persen.
 
Elektabilitas partai-partai politik (parpol) pendukung Jokowi-Ma’ruf juga berpeluang meningkat dibandingkan hasil pemilu legislatif (Pileg) 2014.
 
PDI Perjuangan berada pada urutan pertama dengan elektabilitas 23,1 persen. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan elektabilitas 7,3 persen menggeser Demokrat ke posisi kelima yaitu sebesar 5,4 persen.
 
Di kubu Prabowo-Sandi, coattail effect hanya dirasakan oleh Gerindra dengan elektabilitas 12,3 persen. Gerindra berpeluang menggeser Golkar yang terpaut tipis 12,8 persen dengan memperhitungkan margin of error.
 
Di antara parpol baru dan non-seat, hanya Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berpeluang menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen.
 
Survei indEX Research dilakukan pada 11-20 November 2018, dengan jumlah responden 1200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.




(FZN)