PAN Pertanyakan Kredibilitas LSI Denny JA

Lukman Diah Sari    •    Kamis, 21 Feb 2019 11:10 WIB
partai amanat nasionalpemilu serentak 2019
PAN Pertanyakan Kredibilitas LSI Denny JA
Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Jakarta: Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno tak memercayai hasil jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Hasil survei LSI Denny JA menyebut PAN sulit masuk Parlemen di Pemilu 2019. 

“Kredibilitas survei itu menurut saya patut dipertanyakan. Kita itu terkait barisan ya, terkait kapasitas kita, kekuatan PAN itu ada pada caleg-calegnya (calon anggota legislatif) gitu,” kata Eddy, kepada wartawan, Kamis, 21 Februari 2019. 

Menurut dia, pada Pemilu 2014, PAN juga diprediksi tak lolos ke Senayan dalam survei-survei. Namun, hal itu bisa dipatahkan. “Iya begitu, berbeda (hasil survei dengan kenyataan). Pemilu sebelumnya juga seperti itu,” jelas dia.  

Selain itu, selama ini, identitas partai memang dirasa kurang kuat ketimbang identitas calon anggota legislatif. Dia pun memastikan pemilih bakal memilih caleg karena figur ketokohan bukan dari partai, termasuk PAN.  

“Identitas tokoh figur caleg itu umumnya mengalahkan identitas partai. Jadi intinya saya berkeyakinan kita lolos parliamentary threshold,” ucap dia. 

Sementara itu, salam surveinya, LSI membagi tiga kategori partai. Kategori pertama adalah partai lima besar yang diisi PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, Partai kebangkitan Bangsa (PKB) dan Demokrat. 

Baca: Survei: PSI Gagal Gaet Milenial

Kategori selanjutnya partai lama yang berisi NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Hanura, Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Kategori terakhir berisikan partai baru, seperti Perindo, Garuda, Partai Berkarya dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

NasDem menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi partai lama dalam survei LSI. NasDem mempunyai dukungan 4,5 persen responden disusul dengan PKS (4,0 persen), PPP (3,5 persen), PAN (3,5 persen), Hanura (0,5 persen) serta PBB dan PKPI dengan (0,0 persen).

LSI membuat survei yang melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi. Jajak pendapat ini metode multistage random sampling melalui wawancara dilakukan dengan kuesioner. Margin of error survei ini 2,8 persen.




(OGI)