Relawan Jokowi Diminta Tangkal Hoaks

Kautsar Widya Prabowo    •    Jumat, 07 Dec 2018 06:30 WIB
pilpres 2019hoax
Relawan Jokowi Diminta Tangkal Hoaks
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) M Romahurmuziy. Foto: MI/Mohamad Irfan

Bogor: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy mengimbau kepada relawan Suara Pergerakan Rakyat untuk Joko Widodo (SuperJO) dapat menangkal berita tidak benar atau hoaks yang ditujukan untuk Jokowi. Salah satu isu yang kerap muncul adalah Jokowi merupakan antek-antek aseng. 

"Jawab semua hoaks yang ada dengan berita benar," ujar Rommy dalam keterangan tertulis, saat memberi pembekalan kepada 500 relawan SuperJO di Puncak, Bogor, Kamis, 6 Desember 2018. 

Ia menambahkan, Jokowi juga diserang dengan hoaks yang menyebut jika ia bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI), serta tidak dekat dengan umat islam. Padahal jika ditelaah lebih lanjut, isu tersebut tidaklah benar. 

"Pak Jokowi disebut ajudan Aidit, padahal Pak Jokowi lahir pada 1961, dan PKI dibubarkan pada 1966," tambahnya.

Selain itu, Jokowi juga diketahui lahir dari keluarga muslim yang taat beribadah. Jika dikatakan Jokowi antek-antek aseng, lalu bagaimana dengan capain dalam merebut 51 persen saham Freeprot untuk Indonesia. 

"Mengambil alih Blok Mahakam dari perusahaan Total asal Prancis dan diserahkan ke Pertamina. Begitu juga dengan Blok Rokan, dari Chevron ke Pertamina," lanjutnya. 

Ia berharap relawan SuperJO tidak gentar dalam memerangi hoaks. Terlebih langkah ini dianggap sebagai ibadah, yang bisa melipatgandakan semangat para relawan tersebut. 

Baca: Buya Syafii: Hentikan Memandang Jokowi anti-Islam

"Hoaks itu selalu diproduksi dan disuarakan terus menerus. Mereka ingin berita bohong ini dianggap benar oleh masyarakat. Namun kita tidak gentar," imbuhnya. 

Lebih lanjut, keberadaan SuperJO akan membuat kemenangan Jokowi-Amin akan semakin besar di Bogor. Pada Pilpres 2019 mendatang, Jokowi-Amin diyakini akan memperoleh 70 persen suara di Bogor.




(DMR)