Bawaslu: Berfoto dengan Simbol Dukungan Bersama Presiden Wajar

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 11 Oct 2018 16:05 WIB
pilpres 2019
Bawaslu: Berfoto dengan Simbol Dukungan Bersama Presiden Wajar
Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar--Medcom.id/Yogi Bayu Aji.

Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tak mempermasalahkan bila masyarakat berswafoto dengan Presiden Joko Widodo, sembari berpose menunjukkan dukungan Pilpres 2019. Penunjukan dukungan dianggap wajar.

"Saya anggap itu adalah bagian dari ekspresi masyarakat, bagian dari proses kampanye itu sendiri," kata Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Oktober 2018.

Menurut dia, pihak yang dilarang menunjukkan dukungan meliputi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri. Pasalnya mereka tak boleh terlibat dalam kampanye.

Dia pun menilai dukungan publik adalah wujud dari pesta demokrasi. "Saya rasa itu adalah hal yang konsekuensi dari kampanye dan harus kita apresiasi," jelas dia.

Pelarangan pose menunjukkan dukungan ramai dibicarakan setekah Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) terekam mengubah jari seorang mahasiswa yang berfoto bersama Presiden. Mahasiswa yang tadinya menunjukkan dua jarinya dan menyatakan dukungan kepada Presiden diubah gayanya jadi hanya mengacungkan jempol.

Fritz melihat langkah yang diambil Paspampres adalah upaya pencegahan. "Mungkin supaya tidak ada perspektif yang berbeda (terhadap foto)," jelas dia.

Dia juga tak masalah bisa foto dengan simbol dukungan dilakukan di kampus. Bawaslu hanya fokus melihat bila kedatangan Presiden berkampanye atau tidak.


(YDH)