PPP Pasang Target Tinggi

M Sholahadhin Azhar    •    Senin, 21 Jan 2019 13:04 WIB
ppppemilu serentak 2019
PPP Pasang Target Tinggi
Ketua Umum PPP Romahurmuziy (kiri). Foto: Medcom.id/Adin

Jakarta: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) punya target tinggi dalam Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2019. Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romy) optimistis bisa meraup target moderat 12,2 juta suara.

"Target kita di 2019 itu 15,2 juta suara, target moderatnya itu 12,2 juta suara. Target optimistisnya setara 67 kursi dan target moderatnya 58 kursi," ujar Romy wawancara khusus bersama Medcom.id, pekan lalu.

Pada Pileg 2014, PPP meraup 8.157.000 suara, setara dengan 39 kursi di legislatif. Hal tersebut akan terus digenjot untuk memenuhi target. Pun demikian, Romy tak menutup mata mengenai konfigurasi partai politik.

"Politik itu kan berhubungan, ketika ada partai politik yang naik (pendapatan suaranya), pasti ada yang turun," ujar Romy.

Mengenai target tinggi itu, ia optimistis. Alasan dia karena seluruh calon legislator bekerja efektif mendongkrak elektabilitas partai. Malah, karena terlalu fokus pileg, kadang Romy harus mengingatkan mereka agar ikut bekerja untuk pemilihan presiden.

"Mereka fokus di pileg sehingga kelupaan (pilpres). Kita minta mereka pasang alat peraga kampanye dengan gambar Pak Jokowi," ujar Romy.

Selain itu, pihaknya kerap membekali para caleg dengan materi pilpres. Sebab, mereka juga butuh penguatan untuk meyakinkan masyarakat agar memilih petahana. Namun, Romy tak ingin memaksakan agar semua materi digelontorkan.

Dicicil

Strategi dia, materi disebar via grup komunikasi dengan skema cicilan. Contohnya, pada minggu pertama caleg harus menyosialisasikan infrastruktur. Di minggu selanjutnya, mereka diwajibkan membeberkan kinerja Jokowi di bidang sosial.

"Alasan untuk memilih itu enggak bisa keluar sekaligus, maka kita kirim alasan itu perlahan," sebut Romy.

Terakhir, ia memastikan pihaknya aktif berkontestasi dalam pileg. Meski terlihat akur dengan partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK), caleg PPP bekerja meraup suara di masing-masing daerah pemilihan.

Menurutnya, hak tersebut merupakan sesuatu yang lumrah. Namun yang jelas, kata dia, semua komponen partai koalisi satu suara mendukung petahana.

"Kita tetap berkontestasi, tapi tidak diberitakan. Yang diberitakan adalah ketika kita mendukung Pak Jokowi," tandasnya.




(UWA)