Bawaslu Dalami Dugaan Kampanye Sri Mulyani dan Luhut

Fachri Audhia Hafiez    •    Minggu, 21 Oct 2018 06:31 WIB
pilpres 2019pemilu serentak 2019
Bawaslu Dalami Dugaan Kampanye Sri Mulyani dan Luhut
Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI tengah mendalami laporan terkait dugaan pelanggaran kampanye Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Kedua menteri diduga melakukan kampanye pada gelaran International Monetary Fund (IMF) World Bank 2018 di Bali.

"Terkait Pak Luhut dan Ibu Sri kemarin sedang dibahas tahapan pertama," kata Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Laporan kasus tersebut telah masuk ke dalam sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) pemilihan umum. Afif belum bisa membeberkan informasi detail lantaran masih dalam verifikasi.

"Kami tidak mau mendahului pembahasan yang ada di Gakkumdu karena sedang dibahas. Ada potensi pelanggaran atau tidaknya nanti akan kita sampaikan ke rekan rekan media," ucap Afif.

(Baca: Jokowi-Ma'ruf Diuntungkan dengan Gejolak Dukungan Oposisi)

Luhut dan Sri Mulyani dilaporkan ke Bawaslu terkait pose satu jari dalam acara IMF World Bank 2018. Selaku pelapor, Dahlan Pido melampirkan pemberitaan sebagai bukti. Luhut dan Sri Mulyani dianggap melakukan kampanye terselubung.


(JMS)