Barisan Santri Nasional Dukung Jokowi-Ma’ruf

Rhobi Shani    •    Rabu, 23 Jan 2019 09:41 WIB
pilegpilpres 2019pemilu serentak 2019
Barisan Santri Nasional Dukung Jokowi-Ma’ruf
Deklarasi dukungan Barisan Santri Nasional kepada pasangan Capres Joko Widodo – Ma’ruf Amin di Kudus, Jawa Tengah.

Kudus: Ribuan santri yang tergabung dalam Barisan Santri Nasionalis mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo-Maruf Amin pada Pilpres 2019. Hadir dalam deklarasi ini Ketua DPW PKB Jawa Tengah, KH Yusuf Chudlori dan KH Ahmad Muwafiq. 

KH Yusuf Chudlori yang biasa disapa Gus Yusuf menyampaikan, deklarasi serupa juga akan digelar di 10 tempat berbeda di Jawa Tengah. Itu untuk menunjukan bahwa santri kompak memenangkan pasangan Capres nomor urut 01.

“Targetnya tentu nanti 17 April kita akan tunjukkan bahwa santri-santri di Jawa Tengah ini kompak untuk memenangkan pasangan nomor 01 bapak Jokowi dan KH Maruf Amin. Kita akan roadshow, ada 10 titik. Dimulai di Kudus,” ujar Gus Yusuf usai deklarasi pada Selasa petang, 22 Januari 2019.

Tidak hanya kompak, Gus Yusuf juga mengingatkan kepada santri di Jawa Tengah untuk bekerja keras memenangkan Jokowi-Ma,ruf. Menurutnya, pertarungan Pilpres 2019 di Jawa Tengah sangat dinamis. Ditambah kubu Prabowo-Sandi yang mendirikan posko di Solo.

“Kita harus masih kerja keras untuk memenangkan pasangan nomor 01. Penentu kemenangan ada di Jawa Tengah, maka kita akan mengorganisir santri kiai se-Jawa Tengah. Kekuatan kultur di NU ini sangat dominan. Maka, ini harus diorganisasi agar pergerakannya bisa serentak,” kata Gus Yusuf.

Dalam orasinya politiknya Gus Yusuf menyampaikan alasan kenapa harus memilih dan memenangkan pasang Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Sebab, selama satu periode kepemimpinan Jokowi sudah bisa dirasakan manfaat serta keberpihakannya. Itu seperti pembangunan desa melalui kucuran dana desa. Serta keberpihakan Jokowi terhadap kaum ahlusunah waljamaah.

“Seluruh desa sudah merasakan manfaat pembangunan desa. Belum lagi kalau bicara soal infrastruktur. Ada yang lebih penting itu, keberpihakan (Jokowi) pada akidah aswaja (ahlusunah waljamaah). Ini yang lebih penting dari itu,” tandas Gus Yusuf.


(ALB)