Capres Terpilih Diharapkan Fokus Persoalan Kemaritiman

Fachri Audhia Hafiez    •    Selasa, 12 Feb 2019 13:10 WIB
pilpres 2019Jokowi-Ma`rufPrabowo-Sandi
Capres Terpilih Diharapkan Fokus Persoalan Kemaritiman
iskusi publik bertajuk 'Menakar Komitmen Capres 2019-2024: Masihkah Laut menjadi Poros Maritim Bangsa?' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Jakarta: Presiden terpilih pada Pemilu 2019 diharapkan fokus soal kelautan. Tak hanya tata kelola, namun sumber daya di laut Indonesia harus jadi prioritas.
 
Hal itu disampaikan mantan Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas Bidang Maritim dan Tata Ruang, Son Diamar, dalam diskusi publik bertajuk 'Menakar Komitmen Capres 2019-2024: Masihkah Laut menjadi Poros Maritim Bangsa?' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
 
"Sistem hukum kita masih sangat orientasi darat. Kita dorong siapapun presiden bisa memikirkan negara kepulauan terluas di dunia ini menjadi terkemuka dalam soal maritim," kata Diamar, Selasa, 12 Februari 2019.
 
Diamar menjelaskan, potensi laut cukup mumpuni bagi Indonesia yang memiliki luas laut 3,25 juta km per segi. Pemanfaatan dan pengelolaan hasil-hasil laut Indonesia juga dianggap belum maksimal.
 
Kendati demikian, pemanfaatan laut yang paling potensial salah satunya sektor pariwisata. "Pariwisata berkaitan dengan laut luar biasa. Itu bisa mengubah sistem industri perdagangan di dunia, sistem logistik dunia dan tata harga dunia," kata Diamar.

Baca: Kompleksitas Isu Keamanan Maritim Pengaruhi Penegakan Hukum

Ketua Yayasan Econusa, Bustar Maitar mengatakan, Pilpres 2019 menjadi momentum penting untuk mendorong kandidat capres dan cawapres menjadikan laut sebagai perhatian utama.
 
"Masyarakat memilih capres yang benar-benar mengajak kita menghadap laut, karena laut adalah masa depan kita," ujar Bustar.
 
Selain itu, presiden terpilih nanti mesti memikirkan aspek lingkungan. Sebab, masih banyak pencemaran laut akibat sampah.
 
Pemberdayaan nelayan juga menjadi pekerjaan rumah. Masih banyak nelayan Indonesia yang menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan. "Ada penegasan yang tegas dari kedua capres bahwa laut kita harus dijaga," kata Bustar.


(FZN)