Yusril Didekati Sejak September

M Sholahadhin Azhar    •    Selasa, 06 Nov 2018 18:05 WIB
pilpres 2019Jokowi-Ma`ruf
Yusril Didekati Sejak September
Pakar hukum Yusril Ihza Mahendra dan Ketua TKN-KIK Erick Thohir. Foto: Istimewa.

Jakarta: Pakar hukum Yusril Ihza Mahendra tak tiba-tiba bergabung ke kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Pendekatan kepada Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu dilakukan selama dua bulan.

"Sejak bulan September sebenarnya juga sudah dilakukan dialog-dialog tersebut," kata Sekretaris Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Hasto Kristiyanto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 6 November 2018.

Menurut dia, pendekatan ini diawali dengan hubungan baik antara Yusril dengan calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin. Yusril mulai terbuka dan mau berdialog. 

Yusril juga dekat dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Hasto pun mengapresiasi bergabungnya Yusril yang menjadi tambahan energi positif di kubunya. 

"Segala sesuatunya menjadi bagian dari ikatan positif yang telah terbangun selama ini," sebut Hasto.

Baca: ?Fahira Idris Dilaporkan ke Bawaslu

Hasto juga merespons tagar #JokowiBersamaPengacaraHTI yang ramai di Twitter. Yusril memang menjadi kuasa hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi masyarakat (ormas) yang dibubarkan pemerintah.

Tagar itu, kata dia, salah kaprah. Dia melihat bergabungnya Yusril dan pembelaan masa lalunya kepada HTI adalah dua hal berbeda. Pasalnya, HTI juga tak menunjukkan dukungan apa pun pada Jokowi-Ma'ruf.

"(HTI) punya afiliasi ke yang lain, bukan ke Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf," jelas dia.




(OGI)