Polemik Merah Putih di Bendera PKB

Faisal Abdalla    •    Minggu, 11 Nov 2018 17:33 WIB
pkb
Polemik Merah Putih di Bendera PKB
Perbandingan bendera PKB dengan bendera merah putih. Foto: Istimewa.

Jakarta: Desain bendera kampanye Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menggunakan latar berwarna merah-putih menuai polemik. Desain itu dianggap menodai lambang negara karena menyisipkan logo PKB di atas bendera nasional. 

"Karena bendera negara kita merah putih itu identitas negara kita, jati diri bangsa, dan ada undang-undangnya," kata Sosiolog Musni Umar dalam sebuah diskusi di kawasan Setia Budi, Jakarta Selatan, Minggu, 11 November 2018. 

Musni menilai isu bendera sedang sensitif bagi masyarakat. Beberapa insiden yang melibatkan bendera telah memicu kegaduhan.

Masalah berawal dari polemik pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Terakhir, pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab diperiksa otoritas Arab Saudi karena memasang bendera hitam berkalimat tauhid di tempat tinggalnya. 

Musni mengatakan desain bendera PKB tersebut bisa menambah daftar panjang kegaduhan yang dipicu oleh bendera. Untuk itu, Musni meminta PKB menarik desain bendera tersebut. 

"Jangan digunakan latar bendera nasional kita. Mungkin memang tujuannya untuk menegaskan PKB bukan hanya partai Nahdliyin, tapi juga simbol-simbol nasionalis, tetapi saya rasa tidak perlu seperti itu. Yang penting dapatkan dukungan masyarakat caranya; berpihak kepada rakyat jelata," tutur dia. 

Di sisi lain, politikis PKB Daniel Johan membantah tudingan desain itu menodai lambang negara. Dia menegaskan bendera logo PKB dengan latar merah putih bukan bendera nasional. 

Baca: PKB Gelar Musabaqoh Kitab Kuning

"Jelas dan clear bahwa itu bukan bendera kebangsaan merah putih, ini bendera PKB dengan nomor urut 1," tegas Daniel dihubungi terpisah. 

Daniel mengatakan bendera nasional Indonesia memiliki kriteria khusus yang berbeda dengan bendera berlatar merah putih yang digunakan PKB. Dia meminta semua pihak tak menyamakan bendera nasional dengan bendera desain kampanye PKB. 

"Bendera kebangsaan Indonesia yang sangat kita hormati itu memiliki kriteria dan ukurannya yang spesifik kok, yang sangat berbeda dengan bendera PKB dengan nomor urut 1 ini," tandas Daniel. 




(OGI)