Polisi Selidiki Kasus Intimidasi Komisioner Bawaslu Tanjungpinang

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 11 Jan 2019 18:45 WIB
pilegpilpres 2019pemilu serentak 2019
Polisi Selidiki Kasus Intimidasi Komisioner Bawaslu Tanjungpinang
ilustrasi Medcom.id

Batam: Polisi mulai menyelidiki kasus dugaan pengancaman terhadap Komisioner Bawaslu Tanjungpinang, Maryamah, saat melaksanakan tugas di Jalan Batu Naga, Kampung Sei Jari, Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

Sebanyak tujuh orang saksi, termasuk Maryamah dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali, Jumat, 11 Januari 2019. 

"Ibu Maryamah, termasuk tiga orang staf Bawaslu Tanjungpinang dan tiga warga kita mintai keterangan terkait kasus dugaan pengancaman terhadap Komisioner Bawaslu. Statusnya masih sebagai saksi," ungkap Efendri Ali. 

Ia mengatakan, kasus dugaan pengancaman tersebut telah dilaporkan seorang Komisioner Bawaslu Tanjungpinang, Kamis, 10 Januari 2019 sekira pukul 14.30 WIB. Sebelum melaporkan kasus itu, Maryamah mendatangi Polres Tanjungpinang berkonsultasi dan menceritakan kasus yang ia alami. 

"Namun pagi harinya, sebelum kasus itu dilaporkan secara resmi ke polisi, kami mendatangi lokasi dan menemui warga di sana. Kami mengumpulkan keterangan. Warga tersebut menceritakan kronologi kejadian menurut versi mereka," ujarnya. 

Untuk penyelidikan lebih lanjut, sambung Efendri, pihaknya akan mendalami lebih jauh kasus tersebut. Termasuk menelaah dan meneliti apakah kasus dugaan pengancaman tersebut memenuhi unsur delik aduan atau tidak. "Akan kami telaah dan dalami lagi, apakah memenuhi unsur tindak pidana atau tidak," tegasnya. 

Dikatakan Efendri, keterangan yang disampaikan warga bahwa mereka juga menyayangkan sikap Komisioner Bawaslu yang setiap kali masuk ke wilayah mereka tidak melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan aparatur desa setempat. 

Namun demikian, kata Efendri, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Dikatakan, tidak menutup kemungkinan pihaknya menghadirkan saksi lainnya untuk dimintai keterangan. "Jika memenuhi unsur tindak pidana sesuai KUHP maka pelaku diancam dengan pidana 1 tahun kurungan penjara terkait tindak pidana pengancaman," ujarnya.         

Sebelumnya, Komisioner Bawaslu Tanjungpinang, Maryamah diduga mendapatkan ancaman dari sekelompok orang. Kejadiannya saat komisioner tersebut akan menindaklanjuti kasus dugaan politik uang yang melibatkan calon anggota legislatif (caleg). 

Pelaku intimidasi adalah seorang warga yang mengaku sebagai ketua RT. Dia tidak mengizinkan Bawaslu Tanjungpinang memasuki area perumahannya untuk bertemu saksi. Pria itu justru menuding proses hukum pemilu yang dilaksanakan Bawaslu Tanjungpinang itu tidak benar.

Saat kejadian itu, plat nomor polisi pada mobil yang dikendarai Maryamah dan tiga orang stafnya difoto oleh oknum warga. “Kami sudah minta ijin, baik-baik datang ke lokasi, tetapi mendapat perlakuan yang tidak baik. Bahkan diancam,” ucap Maryamah.

Peristiwa tersebut didokumentasikan Bawaslu Tanjungpinang. Bawaslu juga berencana melaporkan peristiwa itu kepada pihak yang berwajib. Maryamah dan tiga stafnya meninggalkan lokasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 




(ALB)