Istilah 'Perang Total' untuk Genjot Militansi Timses Jokowi

Arga sumantri    •    Jumat, 15 Feb 2019 16:52 WIB
pilpres 2019Jokowi-Ma`ruf
Istilah 'Perang Total' untuk Genjot Militansi Timses Jokowi
Hasto Kristiyanto--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Jakarta: Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menggunakan strategi 'perang total' di sisa masa kampanye. Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Hasto Kristiyanto menjelaskan maksud perang total itu adalah seruan untuk meningkatkan semangat pemenangan.

"Itu kan dalam rangka membangun militansi," kata Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 15 Februari 2019.

Hasto mengatakan, istilah itu dipakai juga untuk mengimbangi istilah perang badar yang digunakan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Namun, kata Hasto, istilah perang total ini dimaksudkan untuk perang gagasan.

"Mari kita sampaikan gagasan yang terbaik, baik di udara, darat, maupun di dalam doa-doa memohon restu dari Tuhan," ujarnya.

Kubu Jokowi-Ma'ruf juga memunculkan istilah Center of Gravity atau pusat massa. Hasto menjelaskan, maksud istilah ini secara umum adalah pemetaan wilayah basis suara.

"Pemetaan mana daerah yang abu-abu, mana daerah lawan, mana daerah basis kita. Jangan sampai kita melakukan yang kontraproduktif," ujar Sekjen PDI Perjuangan itu.

Baca: TKN: Jabar Mulai Kami Kuasai

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Johnny G Plate menambahkan center of gravity ini berguna untuk tim bergerak mencuri suara. Pemetaan ini juga berguna untuk memutuskan strategi apa yang harus dilakukan di wilayah-wilayah tertentu.

"Dua strateginya, pertama memperlebar jurang keunggulan, kedua mempersempit perbedaan di wilayah yang masih ketat," kata Johnny.

Sekjen Partai NasDem itu tak memerinci pemetaan suara di masing-masing wilayah. Yang jelas, kata dia, pemetaan dilakukan secara spasial di 34 provinsi Tanah Air.

Sebelumnya, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Moeldoko menegaskan petahana akan menggunakan strategi 'perang total' di sisa masa kampanye. Strategi ini dilakukan guna merebut target menang besar di Pilpres 2019.

Sementara itu, Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir memastikan, perang total ini bukan berarti tim pemenangan petahana akan melakukan segala cara. Tim pemenangan tetap diminta berhati-hati dalam melangkah.

"Bukan berarti Pak Moeldoko mewajibkan menghalalkan segala cara, tapi bagaimana melakukan penetrasi dan kita pastikan harus menang. Tapi ini tidak boleh dianggap remeh. Kita tidak boleh jatuh karena batu kerikil," kata Erick.


(YDH)