Parlemen Negara Sahabat Turut Pantau Pemilu 2019

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 16 Apr 2019 13:33 WIB
berita dpr
Parlemen Negara Sahabat Turut Pantau Pemilu 2019
Perwakilan parlemen negara sahabat dan organisasi internasional disambut langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa, 16 April 2019 (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

Jakarta: DPR RI mengundang beberapa parlemen negara sahabat dan organisasi internasional untuk ikut memantau Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019. Ini merupakan kegiatan pertama kali yang dilakukan oleh lembaga legislatif pusat itu.

Perwakilan parlemen negara sahabat dan organisasi internasional disambut langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Hadir pula beberapa ahli dan organisasi masyarakat dalam acara penyambutan tersebut.

"Biasanya yang mengambil inisatif dari KPU (Komisi Pemilihan Umum). Tapi di negara lain, parlemennya sudah biasa mengundang negara lain saat pemilu. Kita juga sering diundang," kata Fadli Zon, ditemui usai acara penyambutan di lantai 2 Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 16 April 2019.

Politikus Gerindra itu menyampaikan, beberapa organisasi internasional yang hadir salah satunya The Parliamentary Union of Islamic Countries (PUIC). Parlemen negara sahabat yang memenuhi undangan memantau Pemilu 2019 adalah Malaysia, Turki, Rusia, Pakistan dan beberapa negara lainnya.

"Ada beberapa negara yang kita undang, tapi mereka tidak bisa hadir. Amerika kita undang, Australia juga. Tapi ada kesibukan lain," ucap Fadli Zon.

Presiden Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC) itu berharap, inisiatif yang dilakukan oleh DPR RI dapat  memberikan masukkan kepada proses Pemilu Indonesia. Terlebih, pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan serentak dengan pemilihan legislatif.

"Kita ingin menunjukkan bahwa proses demokrasi adalah agenda yang tidak bisa dipisahkan dari politik Indonesia," ujarnya.

Selain itu, Fadli juga berharap proses Pemilu 2019 berjalan aman, lancar, jujur dan adil. Mengingat kehadiran observer dari luar ikut memantau pesta demokrasi Indonesia.

"Kita berharap penyelenggara Pemilu memantau supaya tidak ada kecurangan dan seterusnya," kata Fadli Zon.


(ROS)