Jokowi-JK Janji Hentikan Impor Daging dalam 5-6 Tahun

Ade Hapsari Lestarini - 06 Juli 2014 00:09 wib

Jakarta: Permasalahan daging yang naik menjelang puasa dan Lebaran selalu dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Indonesia banyak menghasilkan sapi namun masih saja ada impor daging.

Hal ini pun dipertanyakan oleh Prabowo Subianto, calon presiden (capres) nomor urut satu kepada Jokowi, calon presiden nomor urut dua. Dia pun bertanya kepada Jokowi bagaimana menekan harga daging menjelang Lebaran tersebut.

Adapun naiknya harga daging sapi ini dikarenakan Indonesia yang masih mengimpor daging.

"Saya yakin dalam waktu 5-6 tahun kita bisa menyelesaikan impor daging sapi. Impor silakan tapi dalam bentuk karkas," ucap Jokowi, saat debat capres dalam segmen tanya jawab, di Bidakara, Jakarta, Sabtu (5/7/2014).

Oleh karena itu, Jokowi mengatakan jika petani Indonesia harus mengikuti program tersebut. Indonesia mempunyai stok sapi hidup yang diperlukan untuk menyuplai daging sapi.

"Jangan sampai kita impor daging sapi karena di dalam negeri enggak cukup. Ini program jangka panjang. Adanya impor dalam bentuk karkas ( karena kalau dipotong di sini harga dagingnya bisa bermacam-macam. Tukang bakso bisa hidup dari harga yang beragam ini," papar Jokowi.

Prabowo pun mengamini sebagian program Jokowi terhadap impor daging tersebut. Dirinya menginginkan ternak-ternak anakan itu lahir di Indonesia.

"Kalau perlu karkas kita enggak impor. Jangankan karkas, kita harus melipatgandakan jumlah ternak di semua desa di Indonesia. Mereka yang mampu membesarkan ternak musti kita dukung sehingga kita tidak perlu impor karkas," lanjut Prabowo.

Hatta menambahkan, konsumsi daging di Indonesia meningkat tapi masih rendah. Dia pun menjelaskan jika impor daging di Indonesia selama beberapa tahun terakhir ini menurun.

"Pada awalnya akan mahal tapi ke sananya menguntungkan peternak kita. Pada akhirnya kita akan swasembada daging. Jadi kita harus hentikan impor sapi dulu sementara," tutur Hatta.

 

(Lhe)

MOST VIEWED
MORE
MOST COMMENTED
MORE

Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani di Mata Kapolri

16 Agustus 2017 22:26 wib

Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menilai model kepemimpinan Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani memiliki kesamaan dengan gaya kepemimpinannya yang tegas. Tetapi hal yang paling ia takuti adalah ketika Sri Mulyani mengatakan untuk memotong anggaran Kepolisian.