Berbusana Adat, Warga Bali Berbondong-bondong menuju TPS

- 09 Juli 2014 08:49 wib
Sejumlah warga menggunakan hak pilih di Pilpres 2014 di Denpasar. ANTARA/Nyoman Budhiana
Sejumlah warga menggunakan hak pilih di Pilpres 2014 di Denpasar. ANTARA/Nyoman Budhiana

Metrotvnews.com, Denpasar: Masyarakat Kota Denpasar dan Bali pada umumnya berbondong-bondong menuju tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyalurkan aspirasi dalam memilih presiden dan wakil presiden periode 2014-2019. 

Pada Rabu (7/9/2014), lalu lintas kendaraan bermotor di Kota Denpasar dan sekitarnya agak lenggang, jauh berbeda jika dibandingkan dengan hari-hari kerja biasa yang selalu diwarnai kemacetan lalu lintas. Suasana agak lenggang karena pertokoan di jalan-jalan utama tutup.

Hanya di Balai Banjar dan tempat-tempat yang dijadikan tempat pemungutan suara (TPS) ramai dikunjungi masyarakat. Begitu kentongan di setiap banjar dipukul pada pagi hari jam 07.00 Wita masyarakat mulai berdatangan.

Banjar Cemara Agung salah satu dari sepuluh banjar (dusun) di kawasan Perumnas Monang-Maning, Kecamatan Denpasar Barat yang dihuni oleh para pendatang dari berbagai daerah di Indonesia  secara serentak datang ke TPS. Meskipun tidak ada imbauan untuk mengenakan pakaian adat seperti pemilu sebelumnya, namun sebagian besar warga datang ke TPS mengenakan busana adat
Bali madya bagi yang umat Hindu dan yang lainnya menyesuaikan.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS VII  Banjar Cemara Agung, I Made Djodig menjelaskan bahwa pemilih yang terdaftar di TPS tersebut sebanyak 353 orang, termasuk seorang daftar pemilih khusus (DPK) pemilih sudah mendatangi TPS sejak pagi dan pemungutan suara dimulai pada pukul 07.30 sampai pukul 13.00 waktu setempat.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali sebelumnya telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu Presiden 2014 sebanyak 2.942.282 pemilih yang terdiri atas pemilih laki-laki 1.460.080 orang dan pemilih perempuan 1.482.202 orang. Para pemilih tersebar di sembilan kabupaten/kota di Bali pada 5.939 tempat pemungutan suara.

Pemilih terbanyak terdapat di Kabupaten Buleleng yakni 537.103 orang dan paling sedikit di Kabupaten Klungkung 153.724 pemilih. Sedangkan pemilih pada tujuh kabupaten/kota lainnya yakni Kabupaten Badung (346.208), Bangli (180.742), Gianyar (359.116), Jembrana (222.732), Karangasem (379.983), Denpasar (409.374) dan Tabanan (353.300 pemilih).

Selain itu, KPU Bali juga menetapkan daftar pemilih khusus (DPK) untuk Pemilu Presiden 2014 di Pulau Dewata sebanyak 1.398 orang. Mereka yang masuk DPK ini adalah para pemilih yang  belum terdaftar dalam DPT Pilpres.

Adapun sebaran jumlah DPK di sembilan kabupaten/kota di Bali yakni di Kabupaten Badung (364 orang), Bangli (15), Buleleng (381), Gianyar (153), Jembrana (45), Karangasem (52), Klungkung (20), Denpasar (319), dan Tabanan (49 orang).(Antara)

(Pri)

MOST VIEWED
MORE
MOST COMMENTED
MORE

Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani di Mata Kapolri

16 Agustus 2017 22:26 wib

Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menilai model kepemimpinan Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani memiliki kesamaan dengan gaya kepemimpinannya yang tegas. Tetapi hal yang paling ia takuti adalah ketika Sri Mulyani mengatakan untuk memotong anggaran Kepolisian.