Bawaslu Tegaskan Jokowi Dapat Izin Cuti 'Nyapres'

Achmad Zulfikar Fazli - 13 Agustus 2014 17:05 wib
Endang Wihdatiningtyas, anggota Bawaslu - MI/Ramdani
Endang Wihdatiningtyas, anggota Bawaslu - MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) menegaskan Joko Widodo (Jokowi) mengajukan surat izin cuti sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengabulkan permohonan izin cuti Jokowi.

"Berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu ada surat dari Gubernur DKI Jakarta Jokowi kepada Presiden RI, untuk maju sebagai Capres tertanggal 8 Mei. Kami temukan fakta, 14 Mei 2014, Presiden memberikan izin kepada Jokowi untuk maju Capres," ujar anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Endang Wihdatiningtyas dalam sidang kode etik DKPP di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2014).

Pernyataan Endang itu menjawab pengaduan Tim Aliansi Advokat Merah Putih (A2MP) kepada DKPP. Tim pemenangan Calon Presiden Prabowo Subianto - Calon Wakil Presiden Hatta Rajasa itu menuding Bawaslu tak menindaklanjuti laporan mereka terkait pelanggaraan Pilpres. Pelanggaran itu dilakukan Jokowi yang menjabat Gubernur DKI namun tak meminta izin pada Presiden untuk mengikuti Pilpres.

Faktanya, papar Endang, Jokowi melayangkan surat permohonan izin cuti pada pukul 16.00 WIB, tanggal 13 Mei 2014. Jokowi pun melampirkan surat itu dalam dokumen pencalonannya ke KPU pada pukul 15.00, tanggal 19 Mei 2014.

Endang pun menegaskan Bawaslu telah melakukan tugasnya mengawasi pelaksanaan pendaftaran calon, verifikasi dokumen calon, penetapan calon, hingga pengumuman pasangan calon yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Yang kita kawal, kelengkapan dan kebenaran administrasi. Mencegah KPU jangan lalai sehingga merugikan pasangan calon," kata Endang.

(Rrn)

MOST VIEWED
MORE
MOST COMMENTED
MORE

Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani di Mata Kapolri

16 Agustus 2017 22:26 wib

Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menilai model kepemimpinan Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani memiliki kesamaan dengan gaya kepemimpinannya yang tegas. Tetapi hal yang paling ia takuti adalah ketika Sri Mulyani mengatakan untuk memotong anggaran Kepolisian.