Pendemo MK Terancam Pasal 170

Arisa Permata Siwi - 22 Agustus 2014 15:45 wib
MI/Agung Wibowo
MI/Agung Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi terus menyelidiki kericuhan massa pendukung Prabowo-Hatta di Bundaran Patung Kuda, kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2014). Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol Ronny F Sompie, aksi massa pendukung Prabowo-Hatta tersebut masuk dalam ranah tindak pidana. Sebab, terdapat upaya perusakan untuk menerobos barikade keamanan polisi.

"Ini masih kita selidiki. Tergantung hasil penyelidikan kalau pendukung bisa dikenakan sanksi atau tidak," terang Ronny di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (22/8/2014).

Ronny mengatakan, kemungkinan untuk menjerat mereka secara hukum pun ada. "Paling tidak pasal 170 kita gunakan," ujar dia.

Aksi anarkis massa itu, diakui Ronny, menyebabkan dua anggota Polri terluka akibat didorong mobil yang digunakan massa pendukung Prabowo-Hatta saat berdemo.

"Belum tahu siapa pemiliknya. Ini akan kita selidiki. Mobil tersebut selanjutnya akan kita jadikan barang bukti," tutupnya.

Polisi engamankan empat pendemo yang diduga pelaku utama. Mereka adalah AP, sopir mobil yang digunakan massa pendemo, serta AS, MD, dan RM, yang diduga sebagai provokator dan pelaku perusakan.

(Oje)

MOST VIEWED
MORE
MOST COMMENTED
MORE

Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani di Mata Kapolri

16 Agustus 2017 22:26 wib

Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menilai model kepemimpinan Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani memiliki kesamaan dengan gaya kepemimpinannya yang tegas. Tetapi hal yang paling ia takuti adalah ketika Sri Mulyani mengatakan untuk memotong anggaran Kepolisian.