Jokowi: Kalau tak Mau Berkoalisi, Mengapa Dikejar-kejar

- 22 Agustus 2014 19:19 wib
Jokowi dan Jusuf Kalla di Taman Surya, Jakarta Pusat/MI/RAMDANI.
Jokowi dan Jusuf Kalla di Taman Surya, Jakarta Pusat/MI/RAMDANI.

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden terpilih Joko Widodo memastikan akan menerima partai politik manapun, termasuk dari koalisi Merah Putih, untuk bergabung mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Asal mereka mau memenuhi satu syarat: yakni tanpa syarat.

"Kalau yang ingin berteman, bersahabat, berkoalisi kita terima. Kalau tidak (mau berkoalisi), mengapa dikejar-kejar," kata Jokowi, panggilan Joko Widodo, dalam wawancara khusus dengan Najwa Shihab dari Metro TV di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2014).

Jokowi menegaskan, untuk mencari anggota koalisi pendukung pemerintahannya sifatnya bisa menunggu. Bisa juga ia yang aktif mendatangi. "Tapi tidak mengejar-ngejar," Jokowi menegaskan.

Wakil presiden terpilih, Jusuf Kalla, yang menemani Jokowi wawancara menimpali, "Politik itu dinamis. Hari ini lawan, besok bisa kawan. Jangan hitam putih. Hari ini kecil, bulan depan bisa besar."

Jokowi mengakui, sampai saat ini proses pendekatan kepada partai politik baru anggota koalisi masih dalam proses. Termasuk pendekatan terhadap Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat yang pernah ia sebut.

"Ya, ada dalam proses, tapi belum selesai. (Soal PAN dan Demokrat) Sudah hampir selesai, tapi belum selesai," kata Jokowi.

(Dor)

MOST VIEWED
MORE
MOST COMMENTED
MORE

Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani di Mata Kapolri

16 Agustus 2017 22:26 wib

Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menilai model kepemimpinan Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani memiliki kesamaan dengan gaya kepemimpinannya yang tegas. Tetapi hal yang paling ia takuti adalah ketika Sri Mulyani mengatakan untuk memotong anggaran Kepolisian.