BPOM Dinilai Lamban Tangani Kasus Beras Plastik

Damar Iradat - 21 Mei 2015 17:16 wib
Polisi melaukan razia beras. (Foto: Antara/Didik Suhartono)
Polisi melaukan razia beras. (Foto: Antara/Didik Suhartono)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dinilai lamban menanangani kasus beras plastik. Hingga saat ini laporan penemu beras plastik, Dewi Setiani ke BPOM belum digubris. Padahal, Ia sudah dua kali mengirim laporan melalui surat elektronik.
 
Dewi mengatakan, dirinya menemukan beras itu  Senin 18 Mei lalu. Saat itu Dewi langsung mengirim surat elektronik ke BPOM dan mengunggah foto hasil beras plastik yang dimasaknya ke media sosial. "Saya sudah dua kali lapor ke BPOM, tapi belum digubris," kata Dewi, di Polres Bekasi, Jalan Pramuka, Bekasi, Kamis (21/5/2015).
 
Kuasa hukum Dewi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Hendra Supriyatna dengan tegas menyebut BPOM bergerak lambat. Padahal kasus ini sudah meresahkan masyarakat.
 
"BPOM lambat, harusnya cepat merespon. Berarti program pemerintah soal ketahanan pangan harus dievaluasi. Kalau lambat berarti pemerintah membiarkan. Inspeksi harus dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo,” kata Hendra.
 
Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindag) Kota Bekasi, menurut Dewi baru bergerak setelah muncul berita di media nasional, dan ramai meliput unggahan dirinya di media sosial.
 
Pemkot Bekasi telah mengumumkan hasil laboratorium terkait beras plastik. Dari dua sampling 250 gram bahan yang dites, ditemukan karakteristik fisik yang identik. Kedua sample dilihat menggunakan alat spectrum. Dalam beras ditemukan senyawa polyvinyl chloride, bahan baku pipa plastik.

Dari hasil pembacaan sample, ditemukan juga senyawa BBP (Benzyl Butyl Phtalate), DEHP (Bis 2-ethylhexy phtalate), DINP (diisonony phtalate). Senyawa tersebut identik dengan pelentur bahan polyvinyl.

(Fzn)

MOST VIEWED
MORE
MOST COMMENTED
MORE

Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani di Mata Kapolri

16 Agustus 2017 22:26 wib

Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menilai model kepemimpinan Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani memiliki kesamaan dengan gaya kepemimpinannya yang tegas. Tetapi hal yang paling ia takuti adalah ketika Sri Mulyani mengatakan untuk memotong anggaran Kepolisian.