Komentar Moeldoko soal Polemik Senjata Polri vs TNI

Golda Eksa    •    Rabu, 04 Oct 2017 16:03 WIB
senjata ilegal
Komentar Moeldoko soal Polemik Senjata Polri vs TNI
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko memberikan keterangan usai menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon Ketum PSSI di Jakarta, Senin (5/9/2016). Foto: Antara/Wahyu Putro A

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko angkat bicara soal polemik yang menyeret institusi TNI, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN), khususnya menyangkut alat utama sistem persenjataan. Ia menilai persoalan dapat tuntas apabila masing-masing pihak memiliki kepercayaan dan saling menghargai.

"Dalam mengelola negara besar, miskomunikasi itu mungkin saja terjadi. Tapi, kalau semuanya saling ada rasa trust (percaya), saya pikir komunikasi itu mudah dibangun," ujar Moeldoko seusai memberikan kuliah umum Membaca Indonesia: TNI dan Politik Negara, di Kantor Para Syndicate, Jakarta, Rabu 4 Oktober 2017.

Namun, Moeldoko enggan mengomentari pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang mengaku posisinya sebagai pimpinan tertinggi militer boleh berpolitik. Maklum, Gatot sempat mengatakan Panglima TNI pasti berpolitik, namun politiknya adalah politik negara dan bukan politik praktis.

Moeldoko hanya menjawab diplomatis ketika disinggung apakah tindakan yang dilakukan Gatot selama ini relevan dengan tugasnya sebagai Panglima TNI. "Intinya adalah masyarakat Indonesia saat ini perlu mendapatkan sebuah kondisi yang teduh, kondisi yang nyaman, aman, dan tidak menginginkan suatu kegaduhan dari waktu ke waktu muncul," katanya.

Menurut dia, kondisi kompetitif dunia dewasa ini sungguh luar biasa. Karena itu, persoalan yang sangat penting untuk diperhatikan ialah jangan sampai ada ancaman-ancaman dari luar yang tidak dapat dikenali dengan baik.

"Tapi kita sebagai bangsa selalu memunculkan ancaman-ancaman baru yang justru kita ciptakan sendiri. Nah, ini yang berbahaya. Padahal, ancaman dari luar itu sungguh luar biasa yang harus kita sikapi".

Moeldoko menolak berkomentar saat ditanya kasus tertahannya senjata milik Korps Brimob yang diisukan terkait dengan rekomendasi dari Badan Intelijen Strategis TNI dapat dikategorikan sebagai ancaman negara, serta terkesan sebagai upaya mengadu domba institusi TNI dan Polri.

"Saya tidak memiliki kompetensi untuk menjawab. Yang penting bukan pandangan dari luar, tapi paling penting adalah bagaimana kita memperkuat di dalam, memperkuat antarinstansi dan lembaga," terang dia.

Ia menyarankan agar polemik tidak semakin berlarut maka masing-masing pihak perlu melihat batasan dan kalkulasi secara mendetail, sebelum memberikan komentar ke publik.

"Menimbang agar perkataan demi perkataan itu tertata dan terencana dengan baik sehingga ujungnya jangan sampai menimbulkan sebuah kondisi baru yang semakin jelek. Itu yang harus kita lakukan," kata dia.


(MBM)