NEWSTICKER

Jokowi Berani Realistis

7 August 2022 20:03

Demi meraup dukungan publik, setiap pemimpin pasti ingin membuat kebijakan populis. Namun hanya pemimpin baik yang berani bersikap realistis. Di tengah tingginya harga minyak dunia, bagaimana pemerintahan Presiden Joko Widodo menyikapinya?

Presiden Jokowi berulang kali mengungkapkan beratnya beban subsidi energi, khususnya BBM non-subsidi. Jokowi mengatakan separuh kebutuhan BBM Indonesia berasal dari impor. Artinya dinamika harga minyak dunia akan berimbas pada anggaran belanja negara. 

Sepanjang pekan ini harga BBM non-subsidi sudah dua kali dinaikkan oleh Pertamina. Menurut situs resmi Pertamina, kenaikkan harga BBM kembali terjadi mulai 3 Agustus 2022, Pertamax Turbo naik menjadi Rp17.900-Rp18.600 per liter, Dexlite Rp17.800-Rp18.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp18.900-Rp19.600 per liter.

Walau berulang kali naik, harga jual BBM non-subsidi di Indonesia masih di bawah harga keekonomian. 

"Subsidi terhadap BBM itu sudah sangat terlalu besar dari Rp170 triliun, sekarang sudah Rp502 triliun, negara manapun tidak akan kuat menyangga subsidi sebesar itu. Tapi sekali lagi Alhamdulillah kita masih kuat menahannya sampai sekarang ini," ujar Jokowi.